Rabu, 15 Oktober 2008

Keistimewaan Sego Abang Jirak Khas Gunung Kidul

Sego Abang Gunung Kidul

Sego Abang atau nasi merah merupakan hasil produk pertanian di ladang tadah hujan. Di wilayah Gunung Kidul yang bercurah hujan rendah dan jenis tanahnya berbatu, hanya padi tadah hujan yang sanggup tumbuh subur. Sebagian dari jenis padi tadah hujan tersebut menghasilkan nasi berwarna merah dengan cita rasa unik, yaitu tidak lembek dan gurih.Saat ini, beras merah memang sudah jamak beredar di pasaran. Nasi merah bukan sekadar sajian dari beras merah saja melainkan juga sajian penuh gizi. Beras merah yang digunakan untuk membuat Sego Abang dipilih dengan selektif. Mulai dari cara pemetikan padi, pengolahan menjadi beras, hingga penyajian di atas meja. Pemanenan padi sengaja dilakukan helai per helai dengan pemotongan batang padi menggunakan ani-ani.

Padi yang ditumbuk jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya beras merah yang akan dimasak. Memasak beras merah pun harus menggunakan tungku tanah liat dengan memakai kayu bakar. Beras harus diaru sebelum kemudian ditanak menggunakan kukusan dari anyaman bambu (soblok). Cara memasak tersebut membuat rasa nasi lebih gurih dan lunak, tetapi tidak lembek.Berbeda dengan nasi putih yang matang hanya dalam setengah jam, nasi merah baru siap dihidangkan setelah dimasak selama sekitar 45 menit. Sandingan menu yang wajib bagi Sego Abang adalah sayur lombok ijo. Sayur ini kaya dengan kuah santan dan diracik dari potongan cabai hijau yang dipadukan dengan tempe kedelai. Tumisan tempe yang digunakan sebagai pelengkap sayur pun bukan tempe sembarangan. Tempe tersebut harus dibuat dengan cara tradisional dan dibungkus daun pisang atau daun jati.

Sego Abang dipadu dengan Sayur Lombok Ijo


Kuah santan dengan racikan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, jahe, dan kemiri ini menghadirkan rasa gurih bercampur pedas. Pengunjung yang ingin menambah rasa pedas sayur bisa menambah pesanan berupa sambal terasi serta sambal bawang. Selain sayur lombok ijo, juga tersedia lauk lain untuk pendamping, seperti daging sapi goreng, iso babat goreng, ikan wader goreng, dan urap trancam.

Sego abang dan sayur lombok itu tergolong sebagai makanan khas daerah yang memiliki gizi yang tinggi. Nilai giz tersebut diperoleh dari kualitas beras, cara memasak dan penyajiannya. Beras merah tercatat memiliki kadar protein yang lebih tinggi dibanding dengan beras putih yang dominan karbohidratnya. Selain itu, beras merah dihasilkan dari ladang sawah padi gogo yang tidak menggunakan produk pupuk kimia maupun pestisida. Oleh karena itu, bagi penggemar masakan organik, Sego Abang bisa menjadi pilihan utama. Keistimewaan yang lain adalah bagi penikmat Sego Abang yang sedang menjalani program diet. Mengkonsumsi Sego Abang tidak menggemukkan badan, karena tingginya kadar protein yang terkandung. Sehingga perut tetap kenyang tanpa perlu risau menjadi gemuk.

Harga Satu Porsi Segi Abang Jirak

Satu porsi Sego Abang dijual seharga Rp 2.000 dan sayur lombok hijau Rp 3.000. Sementara, satu piring daging sapi dihargai Rp 40.000, satu piring iso babat Rp 20.000, satu piring ikan wader Rp 15.000, dan Rp 2.500 untuk sepiring urap trancam. Sego Abang dan menu sayur Lombok ijo, dapat dinikmati wisatawan di desa Jirak, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, D.I Yogyakarta.

Selasa, 07 Oktober 2008

Menikmati Sedapnya Soto Kudus

    Menikmati Sedapnya Soto Kudus
    Soto Kudus

    Saat kondisi tubuh sedang tidak fit ataupun terserang flu, biasanya makanan yang dicari adalah makanan yang hangat dan berkuah. Salah satu jenis makanan tersebut adalah soto. Soto memang merupakan masakan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, warung soto tersebar hampir di seluruh pelosok Nusantara.
    Namun di antara sekian banyak pilihan, ada soto yang unik dan berbeda dari soto kebanyakan, yakni Soto Kudus. Satu hal yang membedakan Soto Kudus dari soto lainnya terletak pada penggunaan bahan dasar soto. Jika selama ini kita mengenal soto berbahan dasar daging sapi, maka kita tidak akan pernah menemukan Soto Kudus yang berbahan dasar sapi. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan yang telah dianut oleh masyarakat Kudus secara turun temurun.
    Konon katanya, pada saat Sunan Kudus menyebarkan agama Islam, di Kudus sudah ada penduduk yang memeluk agama Hindu. Warga Hindu ini menganggap sapi adalah hewan yang suci dan tidak boleh dikonsumsi. Beranjak dari hal tersebut, Sunan Kudus menganjurkan supaya warga yang beragama Islam tidak memotong daging sapi serta mengkonsumsinya. Hal ini bertujuan untuk menghormati umat Hindu yang telah lebih dulu ada di wilayah tersebut. Beliau menyarankan supaya warga memakan daging hewan lainnya, yakni daging kerbau atau daging ayam. Kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus hingga saat ini, sehingga tidak lazim bagi penduduk asli Kudus menyantap daging sapi. Oleh karena itu, di kota asalnya Soto Kudus berbahan dasar daging ayam maupun daging kerbau.
    Soto Kudus biasa disajikan dalam mangkuk porselin Cina mungil. Banyak yang percaya bahwa penyajian menggunakan mangkuk poselin Cina akan menambah cita rasa soto tersebut. Selain mangkuknya yang unik, soto tersebut dimasak menggunakan periuk tanah liat yang dipanasi secara terus-menerus. Hal ini menciptakan aroma dan cita rasa yang khas. Racikan Soto Kudus sedikit berbeda dari soto-soto lainnya. Anda tak akan pernah menemukan soun dalam Soto Kudus yang Anda pesan. Soto Kudus hanya berisikan nasi, suwiran ayam atau potongan daging kerbau, irisan kol, tauge, seledri, dan taburan bawang goreng. Jika Anda tidak suka nasinya dicampur dengan kuah soto, Anda dapat memesan supaya nasi dan sotonya dipisah. Sebagai pelengkap biasanya terdapat telur rebus yang telah dibelah, irisan jeruk nipis, sambal, dan kecap. Oleh karena itu, saat menyeruput kuah soto akan terasa manis dan gurih. Bagi yang tidak terlalu suka dengan rasa manis, Anda tinggal menambahkan sambal atau kucuran air jeruk nipis, soto pun akan terasa lebih segar. 
    Jika Anda masih merasa lapar, Anda tinggal menambahkan gorengan ke dalam mangkuk soto Anda. Anda tinggal memilih, ada perkedel, tempe goreng, sate usus, sate telur puyuh, sate paru, dan masih banyak lagi. Sebagai minumannya Anda dapat memesan es kopyor, es teh, es jeruk, maupun es jeruk nipis. Setelah menikmati semuanya itu dijamin Anda pasti ketagihan. Selain sebagai pengisi perut yang lapar, Soto Kudus juga bagus untuk mengembalikan stamina yang sedang turun. Hal itu dikarenakan kuah soto kaya akan vitamin dan protein yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Harga Soto Kudus Per Porsi

    Harga Soto Kudus bervariasi tergantung di warung mana Anda membelinya. Rata-rata harga Soto Kudus adalah Rp5.000,00 per mangkuk.  

    Menikmati Sedapnya Soto Kudus
    Harga Soto Kudus per Porsi

    Untuk menikmati semangkuk Soto Kudus Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke Kota Kudus, karena soto ini ada hampir di semua daerah. Namun, bagi yang ingin mencicipi soto ini di kota asalnya silahkan Anda datang ke Kudus dan Anda akan menemukan banyak penjual soto di sana. Hampir di tiap sudut kota ada penjual soto. Beberapa warung soto yang sudah terkenal antara lain: Warung Soto Bu Jatmi di kawasan Jl. Wahid Hasyim No. 43 Kudus, Soto Kudus Pak Denuh di Jl. R. Agil Kumadya, atau Warung Soto Kerbau Pak Siban.