Senin, 29 Januari 2007

Bubur Manado Sensasi Ekstra Pedas

    Bubur Manado Sensasi Ekstra Pedas
    Bubur Manado
    Jangan pernah mengaku suka pedas. Pun, jangan  mengaku pernah menginjak Manado kalau belum mencicipi berbagai masakan khas  Manado, utamanya bubur Manado. Masakan dari Sulawesi Utara ini memang dikenal  dengan citarasa yang ekstra pedas. Saking pedasnya, orang yang lidahnya tidak  terbiasa pasti sudah mengap-mengap karena kepedasan.
    Tak terkecuali dengan bubur Madano atau yang lazim dikenal dengan nama  bubur Tinotuan. Bubur yang satu ini adalah masakan dan makanan khas orang Sulawesi  Utara. Bubur ini biasanya enak disantap ketika pagi hari.
    Kekhasan masakan Manado adalah pada rahasia dapurnya. Orang bilang, ”Tidak Manado  kalau tidak pedas.” Dibandingkan masakan dari daerah lain yang memiliki ciri  khas yang relatif sama, masakan Manado penggunaan bumbu masaknya terbilang  cukup royal. Perbandingannya, bumbu-bumbunya 2 sampai 3 kali lebih banyak  daripada masakan di daerah lain. Di samping bumbu-bumbu cukup banyak, variasi  bumbunya satu sama lain memiliki karateristik hampir sama, panas dan pedas.  Seperti cabe rawit, jahe, kunyit, dan sebagainya. Semuanya dicampur menjadi  satu dengan cabai merah.
    Begitu pula dengan bubur Manado yang terasa berbeda dari bubur-bubur dari daerah lainnya lantaran ia dicampur dengan kombinasi berbagai sayuran. Akan  lebih nikmat apabila ditambah dengan daun labu, daun kangkung, dan daun kemangi. Bubur Manado ini tampil dalam wujud  yang kental bersama sayuran yang lunak. Santaplah bubur Manado selagi panas  dengan ikan jambal roti yang telah digoreng. Sangat istimewa!

    Lokasi Bubur Khas Manado

    Ketika sampai di kota Manado, kita  tidak akan kesulitan untuk mencicipi bubur ini. Mengapa? Hampir semua orang jika ditanya di mana bisa mendapatkan bubur Manado, pasti mereka mengarahkan ke salah satu warung atau restoran yang menyajikan menu khas bubur Manado. Untuk menemui dimana bubur Manado, kita hanya perlu berkeliling kota Manado. Dengan berjalan kaki maupun mengendarai sepeda, sudah dapat dipastikan kita akan menemukannya. Apalagi jika kita berada di wilayah Boulevard Manado. Di tempat yang notabene kawasan  kuliner ini, kita akan berjumpa dengan bubur Manado.
    Harga Bubur Khas Manado
    Harga di setiap porsinya beragam dan ini tergantung pada restoran atau warung yang kita kunjungi. 

Senin, 08 Januari 2007

Peyek Tumpuk

Peyek Tumpuk Khas Bantul

Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki beberapa makanan khas yang sangat populer, salah satunya Peyek Tumpuk. Bagi yang belum pernah mencicipi penganan ini, mungkin sekilas akan meragukan rasanya. Maklum saja, bentuknya yang tak beraturan dan warnanya yang beda dengan peyek biasa, tidak mengundang selera. Sebaliknya, jika yang sudah mengenal makanan ini, dijamin sekali mencicipi pasti ketagihan.

Peyek kacang ini merupakan penganan hasil kreativitas Mbok Tumpuk dan sudah dikenal sejak tahun 1975. Dulu hanya bisa ditemukan di daerah Bantul saja, tapi kini Peyek Tumpuk sudah merambah ke kota-kota disekitarnya. Di sentra oleh-oleh khas Jogja pun bisa ditemukan. Nama tumpuk diambil dari nama Mbok Tumpuk, sehingga tak heran peyek ini lantas disebut peyek tumpuk oleh pembelinya. Selain karena wujudnya yang menumpuk, juga karena nama pembuat pertamanya.

Sesuai dengan namanya, peyek tersebut dibuat dengan cara menyusun sehingga membentuk rangkaian peyek. Berbeda dengan peyek biasa, Peyek Tumpuk memerlukan proses pembuatan yang panjang. Adonan berupa campuran tepung, telur, dan kacang tanah, digoreng dua kali hingga keesokan harinya, digoreng lagi agar memiliki warna yang putih dan terasa renyah.
Pertama, penggorengan dimaksudkan untuk membuat susunan peyek. Pada penggorengan pertama, nyala api harus kuat agar efek panasnya tinggi. Tujuannya supaya kacangnya bisa lekas matang. Setelah terbentuk susunan, peyek dipindahkan ke penggorengan kedua. Di penggorengan kedua ini, nyala api justru lebih kecil karena tujuannya supaya peyek secara keseluruhan bisa matang. Sebelum masuk ke penggorengan terakhir, peyek terlebih dahulu diangin-anginkan selama semalam agar rasa peyek benar-benar renyah dan gurih.

Proses Menggoreng Peyek Tumpuk


Peyek Tumpuk ini memiliki tekstur tak beraturan dan warnanya yang putih. Sekilas tak terpikir penganan itu adalah peyek namun saat gigitan pertama, langsung terasa renyah dan gurihnya peyek tumpuk ini. Dari segi rasa, kacang tanah yang bersembunyi di balik tepung justru semakin menggelitik mulut saat mengunyahnya.

Warna rempeyek ini putih, tidak kuning kecokelatan karena adanya tepung kanji yang digunakan sebagai campurannya,selain tepung terigu. Meskipun begitu, rasanya tetap saja renyah. Gurih dan renyahnya peyek ini juga karena campuran adonan tepung yang diberi bumbu seperti ketumbar, bawang , kemiri, garam, santan dan telur.

Kepopuleran Peyek Tumpuk telah meluas hingga ke luar kota, sehingga tidak heran bila pelancong dari luar kota menyempatkan datang ke Bantul untuk memborong peyek ini. Sedangkan bagi warga Jogja sendiri, Peyek Tumpuk seringkali dijadikan oleh-oleh saat hendak berkunjung ke sanak saudara di luar kota.

Harga Jual Peyek Tumpuk

Peyek Tumpuk ini dijual dengan harga berkisar Rp. 30.000,00 per Kg. Jika Anda ingin merasakan gurih dan renyahnya Peyek Tumpuk, Anda bisa mencarinya di Kabupaten Bantul tepatnya di Sentra Penjualan oleh-oleh di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Wachid Hasyim Bantul. Selain itu Peyek Tumpuk juga bisa didapat di Daerah Imogiri. Untuk bisa mencapai lokasi sentra penjualan Peyek Tumpuk yang sekaligus tempat pembuatan, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Dari arah Kota Yogyakarta Anda bisa menuju ke jalan Bantul dan terus ke arah selatan hingga menemukan gapura selamat datang di Kabupaten Bantul, setelah itu Anda masih jalan terus masuk ke Jalan Jenderal Sudirman. Di sepanjang jalan ini Anda bisa menemukan makanan khas Peyek Tumpuk yang dijual di toko-toko oleh-oleh khas.